Prinsip Kerja Radio Direction Finder (RDF)

Inilah prinsip kerja radio direction finder (RDF) :

Antena dari pesawat Radio Direction Finder (RDF) akan menerima gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh stasiun pemancar. Nah, atena tersebut merupakan penghantar sinyak yang baik, maka gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh stasiun pemancar yang kemudian diterima oleh atena tersebut, akan membangkitkan arus gelombang elektromagnetik yang getarannya sama dengan stasiun pemancar.
Kepastian yang ada pada alat ini yaitu, apabila bidang bingkai dari antena searah dengan arah datangnya isyarat dari stasiun pemancar maka tegangan yang ditimbulkan dalam antena tersebut akan maksimum. Namun jika bidang bingkai antena tersebut diputar 90 derajat atau tidak searah lagi dengan arah datangnya isyarat pemancar, maka tidak akan ada tegangan yang tersimpan dalam antena dan isyaratnya tidak akan terdengar pada pemancar tersebut. Karena petunjuk arah dihubungkan dengan antena maka arah datangnya isyarat dapat dibaca pada indikatornya.

Ada dua sistem yang berjalan pada sebuah kapal penerima sinyal, bingkai tersebut memiliki arahnya sendiri. Bingkai satu mengarah ke haluan dan buritan sedangkan bingkai lainnya mengarah ke sisi kiri dan kanan kapal. Nah, ujung dari masing-masing bingkai akan dihubungkan pada dua buah kumparan yang terpisahkan dan memiliki posisi tegak lurus satu sama lain dalam pesawat penerima. Ketika pemancar tersebut berada diantara dua bingkai itu, maka kedua bingkai itu akan menghasilkan tegangan yang menimbulkan medan magnet. Medan magnet yang dikeluarkan akan menggambarkan yang namanya vektor. Nah, jumlah vektor inilah yang nantinya akan menunjukkan arah tempat dimana stasiun pemancar itu berada.

Itulah prinsip kerja dari radio direction finder, semoga bermanfaat bagi Anda.